Jumat, 28 Maret 2014

UNSUR BARU DI SPU

Dua unsur baru masuk tabel periodik, namun keduanya masih belum diberi nama resmi.
Kedua unsur termasuk bahan radioaktif dan hanya ada selama satu detik sebelum berubah menjadi atom-atom yang lebih ringan.

Kedua unsur baru tersebut dimasukkan ke dalam tabel periode setelah peninjauan dilakukan selama sekitar tiga tahun oleh tim kerja gabungan dari International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) dan the International Union of Pure and Applied Physics (IUPAP).Rincian kedua unsur baru tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Pure and Applied Chemistry.
Beberapa tahun terakhir sejumlah laboratorium mengumumkan mereka menemukan unsur kimia baru pada posisi 113, 114, 115, 116 dan 118 pada tabel periodik.

Penuhi kriteria

Tim kerja tersebut menyimpulkan unsur 114 dan 116 telah memenuhi kriteria untuk dimasukkan ke dalam tabel. Keduanya masing-masing diberi nama sementara nunquadium dan ununhexium.
Unsur-unsur lain sejauh ini belum dianggap memenuhi kriteria untuk bisa ditempat dalam tabel periodik unsur-unsur kimia yang telah diketahui manusia.
Posisi unsur-unsur dalam tabel tersebut disusun berdasarkan sifat struktur atom masing-masing.
Penemuan kedua elemen baru yang kini sudah masuk dalam tabel periodik dianggap sebagai hasil penelitian tim kerjasama yang berbasis di Lembaga Gabungan untuk Riset Nuklir di Dubna, Rusia, dan Lawrence Livermore National Laboratory di California, Ameria Serikat.

SURAT DARI MASA DEPAN

 A letter from the other world

Kepada Yth
Manusia
Di
Tahun 2009


Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.
Aku pikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”
Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. 
Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.
Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.
Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.
Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis.Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.
Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.
Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3/orang & hari. 
[31.102 galon]
Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. 
Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.
Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.
Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.
Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. 
Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.
Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?
Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..
Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga!
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini!
Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.
Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak.
“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”

Regards, 


Jerry


sumber: kirsmavo

SENYAWA PEMBUNUH HIV

TEXAS, KOMPAS.com — Zhilei Chen, asisten profesor di A&M University di Texas yang berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, menghasilkan penelitian besar dengan menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV, penyebab AIDS.
Penemuannya dipublikasikan di jurnal American Society of Microbiology bulan ini. "Ini adalah senyawa kecil bersifat virusidal, artinya punya kemampuan membunuh virus, dalam hal ini adalah HIV. Pada dasarnya, virus ini bekerja dengan membuka virus," kata Chen seperti dikutip Medical Xpress, Kamis (24/11/2011).
"Kami menemukan ketika HIV kontak dengan senyawa ini, virus itu rusak dan kehilangan material genetik. Dalam hal ini, virus 'terlarut' dan RNA-nya (material genetik HIV) terpapar. Karena RNA tak stabil, sekali terpapar akan hilang dengan cepat dan virus tak bisa menginfeksi," tambah Chen.
Hal yang lebih mengejutkan, senyawa ini bekerja langsung menyerang bagian dalam virus, bukan protein pada bagian dinding kapsulnya. Ini kabar bagus sebab dengan demikian, virus sulit untuk berevolusi mengembangkan resistensi.

Penemuan bahwa senyawa ini bisa membunuh virus HIV sebenarnya tak sengaja. Mulanya, Chen hendak menguji keefektifan PD 404,182 untuk melawan virus Hepatitis C. Tapi setelah mencobanya pada HIV, ternyata senyawa itu bekerja lebih efektif.
Dengan penemuan ini, Chen yakin bahwa senyawa tersebut bisa dikembangkan untuk upaya preventif, misalnya dalam bentuk gel vagina yang berguna mencegah infeksi HIV lewat hubungan seksual. Chen membuktikan bahwa ketika kontak dengan cairan vagina, senyawa ini akan tetap efektif.
Karena menyerang bagian dalam kapsul virus, bukan membrannya, Chen juga yakin senyawa ini aman dipakai manusia.
Mayoritas senyawa virusidal bekerja pada membran luar kapsul virus yang karakteristiknya hampir serupa dengan membran sel manusia sehingga bisa merusak.
sumber: kompas.com

Jumat, 21 Maret 2014

Reformasi Sistem Pengadaan CPNS

1. Tujuan Reformasi Sistem Seleksi CPNS :
a. Memperoleh CPNS yang profesional, jujur, bertanggungjawab, netral, yaitu memiliki ciri-ciri:

    1) memiliki karakteristik pribadi selaku penyelenggara pelayanan kepada masyarakat
       
    2) mampu berperan sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
       
    3) memiliki intelegensia yang tinggi untuk dapat mengembangkan kapasitas kinerja organisasi pemerintah
       
    4) memiliki keterampilan, keahlian dan perilaku (kompetensi) sesuai dengan tuntutan jabatan
  
b. Mewujudkan sistem seleksi CPNS yang bersih, obyektif transparan, kompetitif dan bebas dari KKN, serta tidak dipungut biaya.       

2. Dampak Yang Diharapkan :
 
a. Memperoleh putra-putri terbaik bangsa yang kompeten menjadi CPNS;
   
b. Seleksi CPNS yang kompetitif dan berbasis kompetensi sebagai landasan dasar pembentukan profesionalisme PNS  dan pembentukan birokrasi yang modern menuju birokrasi kelas dunia;                                                  
c. Mengembalikan kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda bahwa untuk menjadi CPNS harus bertumpu pada kemampuan diri sendiri.

3. Materi Seleksi CPNS :
   
a. Tes Kompetensi Dasar PNS (TKD);
   
b. Tes Kompetensi Bidang (TKB) sesuai bidang tugas masing-masing jabatan:
    1) Tenaga honorer sebagai tenaga kesehatan dengan tes bidang kesehatan;
    2) Tenaga honorer sebagai tenaga pendidik (Guru) dengan tes bidang kependidikan;
    3) Tenaga honorer sebagai tenaga teknis dan administrasi dengan tes bidang administrasi umum                      
c. Untuk pelamar umum, instansi dapat melakukan tes kompetensi bidang dalam arti tes kompetensi bidang tidak wajib diadakan sehingga dapat melakukan TKD saja atau TKD dan TKB, sesuai kebutuhan jabatan.

4. Kisi-kisi Materi Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS meliputi :
   
a. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi:

    1) Pancasila

    2) Undang Undang Dasar 1945
    3) Bhineka Tunggal Ika
    4) Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem tata negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa indonesia secara baik dan benar)
b. Tes Intelegensi Umum (TIU) dimaksudkan untuk menilai :
       
    1) Kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis,
       
    2) Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.
       
   3) Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis,
       
   4) Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
c. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai:
       
    1) Integritas diri,
       
    2) Semangat berprestasi,
       
    3) Kreativitas dan inovasi,
       
    4) Orientasi pada pelayanan,
       
    5) Orientasi kepada orang lain,
       
    6) Kemampuan beradaptasi,
       
    7) Kemampuan mengendalikan diri,
       
    8) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas,
       
    9) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan,
     
  10) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan
     
  11) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

5. Tipe Soal Tes Kompetensi Dasar
a. Tipe soal untuk jenjang pendidikan SD, SLTP
b. Tipe soal untuk jenjang pendidikan SLTA, DI, DII, DIII/Sarjana Muda
c. Tipe soal untuk jenjang pendidikan S1, S2, S3

6. Penetapan Penilaian TKD
Penilaian TKD dengan nilai ambang batas tertentu (passing grade) dari masing-masing sub tes (TWK, TIU dan TKP) ditetapkan oleh Panitia Seleksi Nasional

7. Penyusunan Soal 
a. Soal Tes Kompetensi Dasar PNS disusun oleh Panitia Pengadaan CPNS Nasional yang dibantu oleh Tim Ahli dari Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri;
b. Soal Tes Kompetensi Bidang (TKB) disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional
    Untuk TKB bagi Tenaga Honorer:
    - Soal tes bidang kesehatan disusun Kementerian Kesehatan;
    - Soal tes bidang kependidikan disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
    - Soal tes administrasi umum disusun oleh BKN. 


Di copy dari menpan.go.id

Informasi Pendaftaran Calon Komisi ASN

Diambil dari menpan.go.id

PENGUMUMAN
Nomor: B. 1188/S.PAN-RB/3/2014
Sesuai Pasal 25 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menyatakan bahwa  untuk menyelenggarakan kekuasaan tertinggi dalam kebijakan, pembinaan profesi,  dan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), perlu dibentuk Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini kami mengundang seluruh Warga Negara Indonesia untuk menjadi Anggota KASNdengan persyaratan sebagai berikut:
  1. Warga Negara Indonesia
  2. Setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  3. Berusia paling rendah 50 (lima puluh) tahun pada saat mendaftarkan diri  sebagai calon anggota KASN;
  4. Tidak sedang menjadi anggota partai politik dan/atau tidak sedang menduduki jabatan politik;
  5. Mampu secara jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas;
  6. Memiliki kemampuan, pengalaman, dan/atau pengetahuan di bidang manajemen sumber daya manusia;
  7. Berpendidikan paling rendah S2 di bidang administrasi negara, manejemen sumber daya manusia, kebijakan publik, ilmu hukum, ilmu pemerintahan, dan/atau S2 di bidang lain yang memiliki pengalaman di bidang manejemen sumber daya manusia;
  8. Tidak merangkap jabatan pemerintahan dan/atau badan hukum lainnya;
  9. Tidak pernah dipidana  penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki  kekuatan hukum tetap.
KETENTUAN PENDAFTARAN
  1. Pengumuman dan pendaftaran dimulai tanggal 17  s.d. 30 Maret 2014 yang dilakukan secara online melalui Website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diwww.menpan.go.id. Daftar Riwayat Hidup, dan Formulir Persetujuan (bagi PNS) pada alamat situs tersebut di atas;
  2. Berkas pendaftaran yang terdiri dari:
  3. Surat Lamaran;
    • Daftar Riwayat Hidup;
    • Salinan Ijazah dan Transkip Nilai S1 dan S2 yang dilegalisir;
    • Surat Persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian (bagi PNS);
    • Surat Persetujuan dari Pimpinan Instansi (bagi Non PNS);
    • Salinan Surat Keputusan Pensiun bagi Pensiunan PNS dan TNI/POLRI
    • Foto berwarna dengan latar belakang merah ukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar.
    • Berkas lamaran/pendaftaran, disampaikan secara online dengan mengupload hasil scan berkas melalui menu upload yang telah disediakan;
  4. Selanjutnya berkas lamaran asli dengan kelengkapan persyaratan yang diperlukan (hardcopy), diantar melalui pos atau langsung kepada: 
    Panitia Seleksi Anggota KASN 
    Jl. Jenderal Sudirman Kav. 69, Jakarta Selatan 12190
    Email : pansel.kasn@menpan.go.id
  5. Batas waktu penerimaan surat lamaran (hardcopy) terhitung mulai tanggal 17 Maret s.d. 2 April 2014 pukul 17.00 WIB;
  6. Kelengkapan berkas lainnya menyusul.
KETENTUAN LAIN
    1. Khusus bagi Pegawai Negeri Sipil harus mendapat persetujuan dari Pejabat Pembina Kepegawaian Instansinya;
    2. Berkas administrasi yang akan diproses adalah berkas yang lengkap sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan;
    3. Dalam seleksi ini TIDAK DIKENAKAN BIAYA ATAU PUNGUTAN DALAM BENTUK APAPUN;
    4. Setiap perkembangan informasi Seleksi ini disampaikan melalui website Kementerian PAN dan RB dengan alamat www.menpan.go.id. Kelalaian tidak mengikuti perkembangan informasi menjadi tanggung jawab pelamar;
    5. Apabila dikemudian hari diketahui pelamar telah memberikan data/keterangan tidak benar, maka Tim Seleksi berhak membatalkan hasil seleksi;
    6. Keputusan Tim Seleksi Anggota KASN bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.



Pak Boediono, Wapresku yang super rendah hati

Kemarin acara M*ta N*jwa di salah satu stasiun TV swasta mendatangkan bintang tamu wakil presiden Indonesia yaitu Bapak Boediono. Dulu waktu saya masih berstatus sebagai mahasiswa di UNNES (universitas Negeri Semarang), saya sempat kegirangan karena kabarnya kampus saya akan dihadiri  pak wapres Boediono dalam suatu acara. Tapi kabar yang simpang siur akan kehadiran beliau membuat saya urung untuk ikut dalam acara tersebut.
Begitu penasarannya saya akan sosok pak Boediono. Siapa sebenarnya beliau, bagaimana latar belakang beliau, mengapa pak presiden SBY dapat begitu saja memilih beliau sebagai wapres? Apa alasannya? Padahal sama sekali tak pernah saya lihat berita di TV menyebut nama beliau sebelumnya.
Di acara M*ta N*jwa kemarin itulah baru saya tahu, betapa pendiamnya, betapa rendah hatinya, betapa sederhananya, dan betapa berprestasinya beliau.
Pak Boed, begitu beliau disapa, sangat setia dan sayang terhadap istrinya, Bu Hera, hubungan mereka sudah terjalin sejak di bangku kuliah konon katanya. Pak Boed sering mengirim surat kepada Bu Hera. Bu Hera bercerita bahwa di surat-suratnya, Pak Boed sama sekali tidak romantis, beliau sangat lugu. Pak Boed hanya tersenyum kecil.
Ketika beliau ditanya, banyak orang memandang bahwa pak wapres yang jarak terlihat didepan publik dianggap tidak pernah bekerja. Beliau menjawab singkat sambil tersenyum, “Begitu ya?”
Mbak Najwa pasti gemas ketika pertanyaan-pertanyaan runcingnya ditanggapi hanya dengan senyum, usahanya “menggali” pak Boed lebih dalam ternyata tak berhasil banyak.
Ketika ditayangkan video blusukan pak Boed dan pak Jokowi di salah satu SMA di Jakarta, dimana murid-murid SMA malah memanggil-manggil nama Pak Jokowi terus menerus. Bahkan katanya, reporter dari SMA tersebut malah mengira Pak Jokowi adalah wapres dan Pak Boed adalah gubernur Jakarta. Sebegitu tidak populernya pak Boed di depan anak SMA. Ckckckck. Pak Boed hanya tertawa-tawa.
Sebenarnya, menurut saya pribadi, begitulah seharusnya seorang wapres. Tak perlu banyak terlihat action di depan kamera tapi hasilnya nol besar. Tak perlu banyak bicara tapi mengecewakan. Tak perlu banyak gaya tapi bobrok kerjanya. Sederhana saja, wapres ada untuk menyempurnakan pemerintahan, wapres ada ketika ada tugas negara yang tidak sempat diselesaikan oleh presiden, dan wapres selalu ada di pihak yang sama dengan presiden, bukan malah menjatuhkan dan mengorek kesalahan presiden.
Pak Boed adalah sosok yang sangat berhati-hati dalam memisahkan antara uang pribadi dan uang negara. Sesuatu yang bukan hak kita memang tidak seharusnya kita nikmati, haram hukumnya. Bagi seorang wapres, naik haji merupakan fasilitas khusus yang memang diberikan oleh negara. Namun, pak Boed ngotot membayar ongkos pesawat AU yang merupakan pesawat khusus bagi pemimpin negara yang beliau gunakan untuk naik haji beserta keluarga. Jauh dari para politikus yang malah menggunakan fasilitas negara sebanya-banyaknya untuk kepentingan pribadi. Ckckck. Mungkin memang idealnya seorang pemimpin negara dipilih dari non-politik. Seseorang yang sama sekali tidak punya tendensi politik, seseorang yang tidak memiliki ambisi menjadi penguasa, seseorang yang menjadi pemimpin ha nya karena beliau ditunjuk, bukan menunjuk dirinya sendiri.
HIDUP Pak Boed! Saya bangga memiliki Wapres seperti Pak Boed. Saya berharap presiden dan wapres tahun depan memiliki kriteria yang hampir sama dengan pak Boed. Sederhana, amanah, jujur, dan bekerja demi negara.


Minggu, 16 Maret 2014

Sekilas curhatan rakyat kecil

Masih ingat dulu jaman saya masih SD (tahun 90-an), ketika itu stasiun TV masih dikit banget. TVRI pun mendominasi . Setiap jam 7 malam dan jam 9 malam ada Dunia Dalam Berita. Setiap jam 7 malam, saya wajib belajar sampai setengah 8 lalu nonton Pendekar Rajawali (Yoko dan bibik Lung). Jam 9 pun wajib tidur. Begitu setiap hari sampai ada peristiwa besar yang merubah Indonesia menjadi seperti ini, ya, Reformasi tahun 1998. Mahasiswa mengamuk, menjarah, membabi buta. Entah apa mau mereka. Tak sadar mereka hanya digunakan sebagai alat oleh para politikus busuk. Ckckck. Bersyukurnya saya selama 4 tahun jadi mahasiswa dijauhkan dari demo nggak jelas.
Oke. Stop ngomongin mahasiswa demo yang ngeselin itu.
Setelah reformasi (sekarang jadi reformasi yang berlebihan alias lebay), stasiun TV diberi kebebasan seluas-luasnya untuk menyiarkan berita. Tidak seperti dulu, berita hanya bersumber dari TVRI (TV nya pemerintah). Sekarang yang punya stasiun TV berlomba-lomba menyiarkan berita yang menjelek-jelekkan pemerintah. Berita yang memojokkan pemerintah NKRI. Saya orang Indonesia, saya sarjana, saya bisa membedakan mana berita yang objektif dan mana yang subjektif. Tapi di luar sana, ada masyarakat Indonesia yang menganggap Berita TV selalu benar, wajib dipercaya, dan objektif.
Saya contohkan berita yang sangat subjektif: ada bencana Gunung meletus, diberitakan bahwa Pemerintah seharusnya dapat mlakukan tindakan pencegahan, pemerintah seharusnya tanggap bencana, pemerintah seharusnya ini dan itu. Helowwwww…. Bisa nggak ya diberitakan bahwa kita seharusnya bersyukur karena Indonesia akan tetap subur dan sedikit memuji pemerintah atas kerjanya yang cepat tanggap. Contoh lain, Banjir melanda hampir sebagian besar wilayah Indonesia di musim hujan tahun ini. Diberitakan bahwa pemerintah tidak becus menangani banjir, pemerintah tidak mampu mencegah banjir, pemerintah dan ini dan itu. Hadah… Tahukah anda? Saya sering melihat orang naik mobil ber- AC sngaja membuka sebentar jendelanya hanya untuk sekedar membuang sampah ke luar jendela. Pantes deh rumah ente kebanjiran. Tidak hanya satu atau dua keluarga membuang sampah di sungai. Pantes juga rumahnya terendam banjir. Pohon-pohon di gunung ditebangi, dan orang-orang sekitar diam saja. Tinggal menunggu waktu untuk tanah longsor dan banjir. L
Dan itu semua bukan salah pemerintah. Sama sekali bukan. Itu salah kita sendiri yang tidak tahu malu dan tidak tahu malu. Alam sekaya ini, alam seindah ini malah kita rusak. Nyalah-nyalahin pemerintah pula. L
Selain itu, dengan ditiadakannya Dunia dalam Berita jam7 malam, anak-anak jaman sekarang tak mau rutin belajar. Alesannya nggak ada PR, mending nonton sinetron aja. Sang IBu teriak-teriak nyuruh belajar tapi malah nonton sinetron juga. Ckckck. Alangkah Lucunya Negri Ini.
Dengan ditiadakannya Dunia Dalam berita jam 9 malam, anak-anak jaman sekarang pun tak mau tidur jam9. Begadang sampai jam 12 malam sudah biasa bagi mereka. Ckckc
Belum lagi kalo ada berita korupsi, wihhh… stasiun TV swasta langsung mempreteli kesalahan pemerintah kita, mempermalukan pemerintah kita di mata rakyatnya. Sehingga rakyat kecil pun tak lagi hormat dan sayang pada pemerintahnya. Beda dengan jaman saya kecil dulu. Ada presiden atau Menteri muncul di TV aja langsung siap grak nonton TV. Mendengarkan dengan seksama. Kemarin pak Presiden berkunjung ke kota saya. Siswa-siswa dikerahkan untuk menjadi pagar betis menyambut pak Presiden. Tau apa komentar mereka? Ngapain sih kita harus panas-panasan mnunggu orang yang Cuma bakal lewat doank. Ada pula yang komentar, ah, paling presidennya nggak lihat kita. Ckckck.
Itu presidenmu! Seseorang yang seharusnya kita hormati dan banggakan. Bagaimana Indonesia dihormati dan dihargai bangsa lain jika rakyatnya sendiri tidak bangga akan presidennya. Ckckc

Oke. Sampai di sini dulu curahan hati saya, seorang rakyat kecil yang terlampau kecil.. >_<

Jumat, 14 Maret 2014

Snow White (teks drama)

Pernah diminta bantuin bocah les mbuat teks drama berbahasa Inggris berjudul Snow White.
check it out...



Drama Snow white

Narrator: Once upon a time, a king and queen ruled a distant land. One cold winter day, the queen was doing needle work while looking through the window, when the birds fly by turning the queen and she poked her finger. A drop of blood fell on the snow outside the window. When he saw the blood on the snow he says.

Queen: Oh, how I wish that I had a daughter whose skin was white as snow, lips as red as blood, and hair black as ebony.

Narrator: Queen got his wish when she gave birth to a baby girl who was white as snow, lips as red as blood, and hair black as ebony. They named her Snow White, but sadly, the queen died. Soon after, the king married a beautiful new woman, but proud and cruel. He has studied dark magic and has a magic mirror, where every day he would ask.

Step-Mother: Mirror, mirror on the wall, who is the most beautiful of them all?.

Mirror: You, my queen, the most beautiful of them all.

Narrator: This delightful queen. She knew that her magical mirror could speak only the truth. One morning the queen asked.

Step-Mother: Mirror, mirror on the wall, who is the most beautiful of them all?.

Mirror: You, my queen, the most beautiful, it's true. But Snow White is even more beautiful than you.

Narrator: Queen angry and ordered her huntsman to take Snow White into the woods to be killed.

Step-Mom: Go to the forest, take the girl and kill her! And as proof, take my heart! Ha, ha, ha, ha

Huntsman: Yes, the Queen, I will do as you say.

Narrator: The poor huntsman took Snow White into the woods, but coul not kill him.

Huntsman: Snow White, I can not do this, you have to run away, get away, run, run!

Snow White: Thank you good people, I will always be grateful for what you have done.

Narrator: Then the hunter kills a deer and takes her to the Queen.

Huntsman: Here, the Queen, I did what you told me. Take heart.

Step-Mom: Ha, ha, ha, ha, now, I am the most beautiful of them all!

Narrator: Meanwhile, Snow White in the forest.

Snow White: Oh, I'm alone in the woods, I do not know what to do.

Narrator: Then he started to run. And when the night is almost falling, she saw a little house and went inside.

Snow White: Oh, it was so beautiful. Everything is so small and clean.

Narrator: The table is set, and there was food on the plate.

Snow White: I'm so hungry. I'll eat fewer vegetables and a little bread from each little plate and from each cup I'll drink a little milk.

Narrator: Because he's so tired, he lay down on one of the little beds and fell asleep.

Narrator: After dark, the homeowner came home. They are the seven dwarves who mined gold in the mountains. Once they arrived home, they saw that someone had been there.

Dwarf 1: Who's been sitting in my chair?

Dwarf 2: Who has been eating from my plate?

Dwarf 3: Who's been eating my bread?

Dwarf 4: Who's been eating my vegetables?

Dwarf 5: Who has been eating with my fork?

Dwarf 6: Who has been drinking out of my mug?

Narrator: But the seventh, saw the bed, found Snow White lying there asleep.

Dwarf 7: Look over here, come quick!

Narrator: The seven dwarfs all came running, and they cried out in surprise.

Dwarf: Oh, good heavens! This boy is beautiful!


Narrator: They did not wake her, but let her continue to sleep in the bed. The next morning Snow White woke up, and when he saw the seven dwarves she was frightened.

Snow White: Oh, no!

Dwarf 1: Do not be afraid of us. What is your name?

Snow White: My name is Snow White.

Dwarf 2: How did you find your way to our house?

Snow White: My stepmother tried to kill me, then let me free hunter and that's how I had to run through the woods all day, I finally arrived at your house.

Narrator: The dwarves talk to each other for a while and then said.

Dwarves: If you will make it home for us, and cook, make beds, wash, sew, and knit, and keep everything clean and orderly, then you can stay with us, and you'll have everything you want.

Snow White: Yes, with all my heart.

Narrator: So Snow White lived happily with the dwarves. Every morning they went to the mountains in search of gold, and in the evening when they return home Snow White had their meals prepared and their homes clean. Meanwhile, at the palace.

Step-Mother: Mirror, mirror, on the wall, Who in this country is the most beautiful of all?

Mirror: You, my queen, beautiful, it's true. But Snow White, beyond the mountains to the seven dwarfs, still a thousand times more beautiful than you.

Step-Mother: Now I understand! Oh, hunter cheated me ... I had to think of something.

Narrator: He went to the secret room, and she made a poisoned apple.

Step-Mom: With this you will die a poisoned apple, Snow White! Ha, ha, ha, ha

Narrator: From the outside it is beautiful and shiny apple. But anyone who might eat a small piece of it will die.

Step-Mom: I have to disguise himself so he could not recognize me. Now I will go to the house of the dwarves.

Narrator: He went to the house and knocked on the door dwarf. Snow White put her head out the window, and said.

Snow White: I'm not allowed to let anyone in.

Step-Mom: Do you want to taste one of my sweet apple?

Snow White: No, I can not accept anything from strangers.

Step Mom: Are you afraid of poison? Look, I'll cut the apple in two. You eat half of it and I will eat the other half.



Narrator: But it is only one half of the apple was poisoned.

Snow White: Well, okay, I see that you also ate part of it, so give me the other half.

Narrator: He barely had a bite in her mouth when she fell to the ground dead.

Step Mom: Ha, ha, ha, white as snow, as red as blood, black as ebony! The dwarves will not wake you up. Goodbye Snow White! Ha, ha, ha, ha

Narrator: Back at home she asked her mirror.

Step Mother: Mirror, mirror, on the wall, who in this country is the most beautiful of all?

Mirror: You, my queen, the most beautiful of all.

Narrator: When the dwarves came home that night they found the snow lying on the ground.

Dwarf 3: Snow White, wake up, what happened to you.

Dwarf 4: He's not breathing at all. He's dead!

Narrator: They picked it up and looked at him for a long time.

Dwarf 5: Snow White, wake up, talk to us, please.

Narrator: But nothing helped. He's dead. They laid her on a bed of straw, and the seven dwarves sat beside him and cried for three days. They will bury him, but he still looked fresh as a living, and still had beautiful red cheeks.

Dwarf 6: We can not bury him in the black earth.

Dwarf 7: Let's make a transparent glass coffin made, so we can see it from all sides.

Narrator: And they did, then they put it in the crate.

Dwarf 1: We must put the coffin outside on a mountain, and one of us will always stay with it and keep an eye on him.

Dwarves: Yes, we will do it.

Narrator: One day a prince entering this forest. He saw the coffin on the mountain with beautiful Snow White on the inside.

Prince: Let me have the coffin. I will give you whatever you want to it.

Dwarves: We will not sell it for all the gold in the world.

Prince: Then give it to me. I can not afford to live without her.

Narrator: The dwarves are either feel sorry for him and gave him the coffin.

Dwarfs: Take good care of, we will always love him.

Prince: I will. He will be my most precious treasure.


Narrator: The prince's servants carry the coffins away on their shoulders. But then it happened that one of them stumbled upon a bush.

Prince: Be careful, watch your step. I will never forgive you if something happens to him.

Narrator: But is separated from the throat Snow White a poisoned apple pieces. She opened her eyes, lifted the lid of the coffin, sat down, and come back to life.

Snow White: where am I?

Prince: You are with me. I love you! Come with me to my father's castle. You will be my wife.

Narrator: At that time the snow falls in love with her. Their marriage was planned with great pomp and grandeur. Snow White's wicked step-mother was invited to the wedding, but before leaving the palace, he asked her mirror.

Step-Mother: Mirror, mirror, on the wall, who in this country is the most beautiful of all?

Mirror: You, my queen, beautiful, it's true. But the young queen is a thousand times more beautiful than you.

Step-Mom: I have to see that for myself!

Narrator: When she arrives at the wedding, she saw Snow White.

Step-Mother: No! You `re dead! You `re dead!

Prince: Take this woman away from this land!

Guard: Yes, Prince.

Narrator: And no one sees the evil queen again. And Snow White and the Prince live happily ever after.

Little Red Riding Hood (Gadis Berkerudung Merah)

Pernah mbaca dongeng gadis berkerudung merah? ini nih aku ada versi English dan trjemahannya. sapa tau ada yang cari...

English version


Little Red Riding Hood
Once upon a time there was a dear little girl who was loved by everyone who looked at her, but most of all by her grandmother, and there was nothing that she would not have given to the child. Once she gave her a little riding hood of red velvet, which suited her so well that she would never wear anything else; so she was always called 'Little Red Riding Hood.'
   Her mother said to her: 'Come, Little Red Riding Hood, here is a piece of cake and a bottle of wine; take them to your grandmother, she is ill and weak, and they will do her good. Set out before it gets hot, and when you are going, walk nicely and quietly and do not run off the path, or you may fall and break the bottle, and then your grandmother will get nothing; and when you go into her room, don't forget to say, "Good morning", and don't peep into every corner before you do it.'
     'I will take great care,' said Little Red Riding Hood to her mother, and gave her hand on it.
     The grandmother lived out in the wood, half a league from the village, and just as Little Red Riding Hood entered the wood, a wolf met her. Red Riding Hood did not know what a wicked creature he was, and was not at all afraid of him.
     'Good day, Little Red Riding Hood,' said he.
     'Thank you kindly, wolf.'
     'Whither away so early, Little Red Riding Hood?'
     'To my grandmother's.'
     'What have you got in your apron?'
     'Cake and wine; yesterday was baking-day, so poor sick grandmother is to have something good, to make her stronger.'
     'Where does your grandmother live, Little Red Riding Hood?'
     'A good quarter of a league farther on in the wood; her house stands under the three large oak-trees, the nut-trees are just below; you surely must know it,' replied Little Red Riding Hood.
     The wolf thought to himself: 'What a tender young creature! what a nice plump mouthful - she will be better to eat than the old woman. I must act craftily, so as to catch both.'
     So he walked for a short time by the side of Little Red Riding Hood, and then he said: 'See, Little Red Riding Hood, how pretty the flowers are about here - why do you not look round? I believe, too, that you do not hear how sweetly the little birds are singing; you walk gravely along as if you were going to school, while everything else out here in the wood is merry.'
     Little Red Riding Hood raised her eyes, and when she saw the sunbeams dancing here and there through the trees, and pretty flowers growing everywhere, she thought: 'Suppose I take grandmother a fresh nosegay; that would please her too. It is so early in the day that I shall still get there in good time.'
     So she ran from the path into the wood to look for flowers. And whenever she had picked one, she fancied that she saw a still prettier one farther on, and ran after it, and so got deeper and deeper into the wood.
     Meanwhile the wolf ran straight to the grandmother's house and knocked at the door.
     'Who is there?'
     'Little Red Riding Hood,' replied the wolf. 'She is bringing cake and wine; open the door.'
     'Lift the latch,' called out the grandmother, 'I am too weak, and cannot get up.'
     The wolf lifted the latch, the door sprang open, and without saying a word he went straight to the grandmother's bed, and devoured her. Then he put on her clothes, dressed himself in her cap, laid himself in bed and drew the curtains.
     Little Red Riding Hood, however, had been running about picking flowers, and when she had gathered so many that she could carry no more, she remembered her grandmother, and set out on the way to her.
     She was surprised to find the cottage-door standing open, and when she went into the room, she had such a strange feeling that she said to herself: 'Oh dear! how uneasy I feel today, and at other times I like being with grandmother so much.' She called out: 'Good morning,' but received no answer; so she went to the bed and drew back the curtains. There lay her grandmother with her cap pulled far over her face, and looking very strange.
     'Oh! grandmother,' she said, 'what big ears you have!'
     'All the better to hear you with, my child,' was the reply.
     'But, grandmother, what big eyes you have!' she said.
     'All the better to see you with, my dear.'
     'But, grandmother, what large hands you have!'
     'All the better to hug you with.'
     'Oh! but, grandmother, what a terrible big mouth you have!'
     'All the better to eat you with!'
     And scarcely had the wolf said this, than with one bound he was out of bed and swallowed up Red Riding Hood.
     When the wolf had appeased his appetite, he lay down again in the bed, fell asleep and began to snore very loud.
     The huntsman was just passing the house, and thought to himself: 'How the old woman is snoring! I must just see if she wants anything.' So he went into the room, and when he came to the bed, he saw that the wolf was lying in it.
     'Do I find you here, you old sinner!' said he. 'I have long sought you!' But just as he was going to fire at him, it occurred to him that the wolf might have devoured the grandmother, and that she might still be saved, so he did not fire, but took a pair of scissors, and began to cut open the stomach of the sleeping wolf.
     When he had made two snips, he saw the little red riding hood shining, and then he made two snips more, and the little girl sprang out, crying: 'Ah, how frightened I have been! How dark it was inside the wolf.'
     After that the aged grandmother came out alive also, but scarcely able to breathe. Red Riding Hood, however, quickly fetched great stones with which they filled the wolf's belly, and when he awoke, he wanted to run away, but the stones were so heavy that he collapsed at once, and fell dead.
     Then all three were delighted. The huntsman drew off the wolf's skin and went home with it; the grandmother ate the cake and drank the wine which Red Riding Hood had brought, and revived. But Red Riding Hood thought to herself: 'As long as I live, I will never leave the path by myself to run into the wood, when my mother has forbidden me to do so.'
 
It is also related that once, when Red Riding Hood was again taking cakes to the old grandmother, another wolf spoke to her, and tried to entice her from the path. Red Riding Hood, however, was on her guard, and went straight forward on her way, and told her grandmother that she had met the wolf, and that he had said 'good morning' to her, but with such a wicked look in his eyes, that if they had not been on the public road she was certain he would have eaten her up.
     'Well,' said the grandmother, 'we will shut the door, so that he can not come in.'
     Soon afterwards the wolf knocked, and cried: 'Open the door, grandmother, I am Little Red Riding Hood, and am bringing you some cakes.'
     But they did not speak, or open the door, so the grey-beard stole twice or thrice round the house, and at last jumped on the roof, intending to wait until Red Riding Hood went home in the evening, and then to steal after her and devour her in the darkness. But the grandmother saw what was in his thoughts.
     In front of the house was a great stone trough, so she said to the child: 'Take the pail, Red Riding Hood; I made some sausages yesterday, so carry the water in which I boiled them to the trough.'
     Red Riding Hood carried until the great trough was quite full. Then the smell of the sausages reached the wolf, and he sniffed and peeped down, and at last stretched out his neck so far that he could no longer keep his footing and began to slip, and slipped down from the roof straight into the great trough, and was drowned. But Red Riding Hood went joyously home, and no one ever did anything to harm her again.
 
Indonesian Version
Dongeng Gadis Berkerudung merah
Pada jaman dahulu, ada seorang gadis kecil yang tinggal di dekat hutan. Pada saat dia keluar dia selalu menggunakan kerudung merah. Jadi semua orang di desanya  memanggilnya gadis berkerudung merah.
Suatu pagi, gadis berkerudung merah berkata keada ibunya bahwa dia ingin pergi mengunjungi rumah neneknya.
"Itu ide yang bagus" kata mamanya. Mereka juga membawa beberapa makanan ringan  yang di taruh dalam keranjang untuk neneknya.
"Ingat, jalan terus, jangan berlengah-lengah di jalan, dan jangan berbicara dengan orang asing! hutannya sangat berbahaya!"
Tetapi saat gadis berkerudung merah melihat beberapa bunga di taman, dia lua akan janjinya. Tiba-tiba, serigala muncul di sampingnya.
"Apa yang kamu lakukan gadis kecil ??" Tanya serigala
"Aku sedang dalam erjalanan mengunjungi rumah nenek saya!" Jawab Gadis berkerudung merah, dan ketika gadis berkerudung merah sadar bahwa dia bisa terlambat sampai ke rumah neneknya. Gadis berkerudung merah langsun cepat-cepat berpamitan kepada serigala.
Sementara itu, serigala mengambil jalan pintas agar bisa sampai di rumah nenek sebelum gadis berkerudung merah.
'Tok tok tok' serigala mengetuk pintu
"Silahkan masuk sayang, saya sudah khawatir sesuatu terjadi padamu, di hutan !" Kata nenek mengira yang mengetuk pintu adalah cucunya.
Malangnya, nenek tidak punya waktu untuk mengatakan satu kata patahpun serigala langsung masuk dan melahap sang nenek.
Beberapa menit kemudian gadis berkerudung merah datang dan mengetuk pintu 'Tok tok tok'
"Siapa itu ?" Serigala bertanya sambil menirukan suara sang nenek
"Ini aku gadis berkerudung merah"
"Oh, sayangku! kemarilah, nenek sudah menunggumu dari tadi!"
Lalu gadis berkerudung merah masuk ke dalam gubuk .
"Nenek...., Kenapa suaramu asing, apakah nenek sedang sakit?" Tanya gadis berkerudung merah,
"Oh, aku hanya sedang tidak enak badan!"
"Tapi nenek, mengapa kamu mempunyai telinga yang besar?"
"Tentu saja agar bisa mendengar suaramu yang indah dengan baik!"
"Tapi nenek, Mengapa kamu mempunyai mata yang besar ?"
"Tentu saja agar bisa melihatmu dengan baik sayang!"
"Tapi nenek, mengapa kamu mempunyai gigi yang besar dan runcing ?"
"Tentu saja untuk memakanmu!hahahaaha" serigalapun berjalan dan mengejar gadis kecil itu.
Hampir terlambat, Gadis berkerudung merah menyadari, bahwa orang tua yang diatas tempat tidur  bukan neneknya, akan tetapi serigala yang lapar.
Gadis berkerudung merahpun berlari keluar dari ruangan dan menutup pintu. "Tolong, tolong ada serigala" teriak gadis berkerudung merah.
Seorang tukang kayupun mendengar suaranya dan berlari ke arah guuk secepat dia bisa dan bertanya kepada gadis berkerudung merah, "Di mna serigala itu??"
"Itu, itu dia ada di dalam gubuk nenek dan melahap nenek saya!"
Akhirnya tukang kayupun langsung masuk kedalam gubuk dan menembak sang serigala, juga mengeluarkan nenek dari perut serigala, lalu gadis berkerudung merahpun makan siang dan mengobrol bersama nenek.